Internalisasi Nilai Bela Negara melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka di Sekolah Menengah Pertama: Analisis Kuantitatif
Keywords:
Bela Negara, Ekstrakurikuler, Internalisasi Nilai, Pendidikan Karakter, PramukaAbstract
Pendidikan nilai bela negara di Sekolah Menengah Pertama sering menghadapi tantangan dalam memastikan internalisasi nilai secara menyeluruh, terutama pada dimensi afektif dan perilaku siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kegiatan ekstrakurikuler Pramuka dapat meningkatkan internalisasi nilai bela negara pada siswa SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi korelasional. Populasi penelitian adalah siswa aktif Pramuka di beberapa SMP, dengan sampel dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dokumentasi kegiatan Pramuka, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial, termasuk uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi aktif dalam kegiatan Pramuka berhubungan positif dan signifikan dengan internalisasi nilai bela negara pada dimensi kognitif (r = 0,61; p < 0,01), afektif (r = 0,58; p < 0,01), dan perilaku (r = 0,62; p < 0,01). Skor internalisasi tertinggi terdapat pada dimensi kognitif, diikuti afektif dan perilaku, menunjukkan bahwa pengalaman praktik yang berulang memperkuat pemahaman, sikap, dan tindakan siswa. Temuan ini menegaskan peran strategis kegiatan ekstrakurikuler dalam pendidikan karakter dan kewarganegaraan, sekaligus memberikan dasar empiris bagi pengembangan program pembinaan nilai bela negara yang terstruktur dan kontekstual di sekolah. Implikasi penelitian ini mencakup peningkatan efektivitas pembelajaran nilai kebangsaan, integrasi praktik afektif dan perilaku, serta panduan bagi pembina Pramuka dalam merancang aktivitas yang mendukung internalisasi nilai secara menyeluruh.
Downloads
References
Aditama, M. G., Sugiharto, P. A., Nurwulandari, E., & Hardiyani, A. H. (2021). Meningkatkan kemampuan guru SMK dalam pembelajaran jarak jauh melalui in-house training. BEMAS: Jurnal Bermasyarakat, 2(1), 53–59. https://doi.org/10.37373/bemas.v2i1.130
Afandi, R. (2011). Integrasi pendidikan karakter dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar. Jurnal Pedagogia, 1(1), 85–98.
Aulia, E. D. (2024). Nurturing character: A comparative study of elementary school character education in Indonesia and Japan. Waskita: Jurnal Pendidikan, 4(2), 242–258. https://doi.org/10.56910/waskita.v4i2.18726
Baihaki, N. T. F. D. (2024). The role of character education in the formation of student behavior. Jurnal Pendidikan Karakter, 1(2), 164–178. https://doi.org/10.21831/jpk.v1i2.1301
Harahap, A. C. P. (2019). Character building pendidikan karakter. Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan Islam, 8(2), 123–135. https://doi.org/10.24014/ji.v8i2.6732
Hidayat, P. W. (2022). Pendidikan karakter pada anak usia sekolah dasar. Jurnal PGSD Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, 3(1), 45–59. https://doi.org/10.5281/zenodo.815
Kanji, H., Nursalam, N., Nawir, M., & Suardi, S. (2019). Model integrasi pendidikan karakter dalam pembelajaran ilmu pengetahuan sosial di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa, 5(2), 104–115. https://doi.org/10.21070/jpd.v5i2.115
Kapoh, R. J. (2023). Analyzing the teacher's central role in effort to realize character education. Jurnal Pendidikan Karakter, 0(2), 164–178. https://doi.org/10.21831/jpk.v0i2.1301
Lickona, T. (1991). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.
Munir, M., Sholehah, H., & Rusmayadi, M. (2022). Pentingnya pendidikan karakter di pendidikan sekolah dasar. Alifbata: Jurnal Pendidikan Dasar, 2(1), 31–36. https://doi.org/10.51700/alifbata.v2i1.285
Nadila, A. P., & Alam, A. M. F. (2024). Menelaah keberhasilan pendidikan karakter di Jepang untuk menunjang program penguatan pendidikan karakter (PPK) di Indonesia. JISPENDIORA: Jurnal Ilmu Sosial Pendidikan Dan Humaniora, 3(2), 242–258. https://doi.org/10.56910/jispendiora.v3i2.1555
Nasrudin, H., Herdiana, I., & Nazudi, N. (2015). Pengembangan model pendidikan karakter berdasarkan sifat fitrah manusia. Jurnal Pendidikan Karakter, 5(3), 264–271. https://doi.org/10.21831/jpk.v0i3.5631
Octavita, R. A. I., & Saraswati, R. (2017). Integrasi pendidikan berkarakter dalam pembelajaran bahasa Inggris. Jurnal Terapan Abdimas, 2, 33. https://doi.org/10.25273/jta.v2i0.974
Purwanto, A., Pramono, R., Asbari, M., Hyun, C. C., Wijayanti, L. M., & Putri, R. S. (2020). Studi eksploratif dampak pandemi COVID-19 terhadap proses pembelajaran online di sekolah dasar. EduPsyCouns: Journal of Education, Psychology and Counseling, 2(1), 1–12.
Raharjo, S. B. (2010). Pendidikan karakter sebagai upaya menciptakan akhlak mulia. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio, 16(3), 45–56. https://doi.org/10.30651/else.v3i2.3011
Rasyid, R., Fajri, M. N., Wihda, K., Mubarak, M. Z., & Agus, M. F. (2024). Pentingnya pendidikan karakter dalam dunia pendidikan. Jurnal Basicedu, 8(2), 1278–1285. https://doi.org/10.31004/basicedu.v8i2.7355
Safitri, A. R., Anggraini, D. M., Mujahida, S. H., & Muhyatun, M. (2021). Peran pendidikan karakter dalam penggunaan media sosial bagi remaja. Orien: Cakrawala Ilmiah Mahasiswa, 1(2), 143–148.
Suardi, S., Megawati, M., & Kanji, H. (2018). Pendidikan karakter di sekolah (Studi penyimpangan siswa di MTs Muhammadiyah Tallo). JED (Journal of Etika Demokrasi), 3(1), 75–84.
Widisuseno, I. (2018). Pola budaya pembentukan karakter dalam sistem pendidikan di Jepang. Jurnal Pendidikan Karakter, 1(1), 1–10.
Yusuf, A., & Ramadhan, Y. L. (2023). Pendidikan karakter perspektif Thomas Lickona (Analisis nilai religius dalam buku Educating for Character). Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 19(19), 769–778. https://doi.org/10.5281/zenodo.8418234
Jurnal Pendidikan Merdeka Belajar is licensed under a